Kota Bima(bhayangkara.news) BNN Bima melakukan evaluasi dari capaian kerja tahun 2021. Dan merencakan program kedepan BNN Kabupaten Bima, diantaranya, mempertahankan dan meningkatkan program unggulan, memaksimalkan penggunaan kartu kredit pemerintah (KKP), Pengelolaan anggaran menggunakan aplikasi sakti tetap menjadi program di tahun 2022. Demikian diungkapkan Kepala BNNK Bima, AKBP Hurri Nugroho, S. Ik, kepada wartawan Jum,at, (24/12/21) dalam jumpa persnya. 

Diuraikan, bahwa BNN Bima tetap berkomitmen terus meningkatkan program kerjanya, utama sekali Pemberdayaan peran serta masyarakat, pemerintah, swasta, masyarakat dan pendidikan mengalami kenaikan. Diakui untuk lingkungan pendidikan masih diakui ada yang tertutup. ada sekolah yang menolak, ada juga yang menerima terkait dengan test urin.

untuk Bidang Pencegahan, " pendampingan program ketahanan keluarga Anti Narkoba, advoksi program ketahanan keluarga berbasis sumber daya dan Bidang pemberdayaan masyrakat ". BNN Kabupaten Bima masuk Nomor Dua setelah Kota Mataram untuk prestasi pencegahan dan pemberdayaan masyrakat

Capain Rehabilitasi BNNK
total klien dari bulan januari s.d. Desember 2019: 71 orang.
total klien dari bulan januari s.d. 2020: 87 orang.
total klien dari bulan januari s.d. Desember: 60 orang.di tahun 2021 ada penurunan capain rehab nya.

Hal ini menjadi tantangan utama dari pihak BNN untuk melakukan pendekatan dengan memberikan pemahaman.

Kampung tangguh anti narkotika ada di kelurahan Tanjung. Pihak BNN tetap menyupport Polres Bima Kota. Disamping itu, pihak BNNK bersama stecholder terkait tetapi membangun kerjasama untuk memberantas narkotika.

Untuk pencegahan, BNNK Bima, mengadakan program ketahan keluarga anyi narkoba, advokasi program ketahan keluarga berbasis sumber daya desa, pembentukan remaja teman sebaya anti narkoba. Dan itu ada di SMUN 4 Kota Bima sebagai pilot projeknya, terangnya.

Untuk pencegahan narkoba, harus dimulai dari keluarga, lingkungan pergaulan dan lingkungan kerja. Diakui dukungan masyarakat dalam pemberantasan narkotika masih kurang, namun belakangan ini sudah berkurang dan bisa menerima akan bahaya dari narkoba.

Selain itu BNN Bima, juga berhasil dalam capaiannya di tahun 2019, diantaranya, untuk rawat jalan 71 orang, di RSUD Bima 5 orang, terminasi 1 orang, di puskesmas Sape 15 orang, terminasi 10 orang,. Harapan terbesar dari RSUD Bima dan Dompu bisa memberikan tenaga kesehatan untuk membantu pihak BNN Bima.

Untuk di tahun 2021, ada penurunan, di RSUD Bima 2 orang, RSUD Dompu, 6 orang, di puskesmas sape 14 orang. Dari prestasi prestasi yang ada memang belum menggembirakan, tapi pihak BNN Bima akan menggenjot di tahun 2021.ujarnya(Jen)