Kota-Bima( Bhayangkara.News)- Walikota Bima H. Muhamad Lutfi SE, tidak hanya sekedar bualan dan lelucon, dengan sikap yang amat sangat tegas yakni mencabut (SPPT) 'Surat Pemberitahuan Pajak Terutang' petani jagung di lereng-lereng gunung yang ada di Kota Bima, bahkan Peladang di lereng  gunung dekat pemukiman warga.

Langganan Banjir tidak bisa di pungkiri di Musim hujan Kota Bima akan jadi imbasnya ketika Curah hujan intens, Bukan hanya sekali sudah berulang kali, ketika Hujan datang Pusat Kota akan jadi genangan air.

Media Sosial lagi jadi tranding pernyataan Orang nomor 1 di kota Bima H.Muhamad Lutfi (Walikota Bima) yang akan mencabut SPPT peladang, apabila di abaikan untuk tidak membuat Gunung gundul dengan Cara berladang yang semau nya, tanpa memikirkan resiko apabila hutan gundul. 

Akankah ada reaksi dan penolakan dari peladang tentang pernyataan Walikota Bima, kita berharap akan ada solusi terbaik dan ada titik temu nya, semua harus ada musyawarah dan pembahasaan yang elot, agar semua nya tidak di anggap tergesa-gesa, yang di lakukan oleh Pemerintah Kota Bima.

Red: Kaperwil NTB
[ Jen ]