Palembang [bhayangkara.news]
Ribuan rumah yang berada di tepian Sungai Musi atau di pinggir anak sungainya tergenang air.
Ketinggian air mencapai satu meter. Diperkirakan banjir terjadi karena sudah tidak ada tempat buat penampungan luapan Sungai Musi.
Banjir akibat pasangnya Sungai Musi ini lebih besar bila dibandingkan banjir biasanya. Sebab, kapasitas air yang datang tidak dapat diduga dan sulit dicegah.
Sebab air meluap bukan hanya karena melubernya Sungai Musi atau anak sungainya,
air juga datang dari arus di bawah tanah.
Kami tidak dapat berbuat apa apa kecuali menyelematkan diri dan anak anak,"
ujar
(lia) salah seorang warga kecamatan Ilir timur 1
Sekitaran masjid Agung 
kepada awak media Bhayangakar.news Sabtu (25/12/2021), di rumahnya.


mencegah datangnya air tidak hanya dengan menahan atau memberi batasan di pintu rumah.
Air juga keluar dari sela-sela lantai rumah," kata (Lia) yang rumahnya sekitar 300 meter dari Sungai Musi itu.
Berdasarkan pemantauan Bhayangkara.news hampir semua rumah yang berada di tepian Sungai Musi atau pada anak sungainya, baik di Palembang Ulu maupun Palembang Ilir tergenang air.
Air mengalami puncaknya pada pukul 03:59 WIB
Pada pada dinihari hari,
bersama dengan surutnya Sungai Musi, banjir itu pun berkurang.
Di Palembang saat ini terdapat lebih kurang 50 anak sungai yang masih berfungsi.
Dan sebagian besar anak sungai itu menyempit.
Dan, kampung-kampung yang mengalami banjir ini antara lain Kertapati, Plaju, serta 1,2,3,4,5,7,10,11,13,14 Ulu di Palembang Ulu, kemudian 1,2,3,,5,10,11,,13,14,15,16,27,28,29,30,31,32,33,34,35,36 Ilir dan Tangga untung di Palembang,
Benarkah banjir ini hanya disebabkan meluapnya Sungai Musi?
Menurut sejumlah pihak,
termasuk pemerintah Palembang, meluapnya air Sungai Musi lantaran sudah tidak mampu menahan kapasitas air dari huluan yakni Sungai Komering, Sungai Ogan, yang sebelumnya meluap karena tingginya curah hujan."
Kalau seperti itu, Palembang ini sering mengalami banjir. Tapi nyatanya banjir seperti ini baru kami alami dalam 5 tahun terakhir.
Ini kan disebabkan banyak rawa-rawa dan sungai ditimbun sehingga tempat penampungan air dari Sungai Musi tidak ada lagi,
akibatnya ya banjir ini," kata (lidah)
Pernyataan (liah)
itu ada benarnya. Kawasan Jakabaring, yang kini menjadi pusat kegiatan olahraga,
perumahan dan perkantoran, berdasarkan pemantauan Bhayangkara.news (25/12/2021) sebagian besar daerahnya tergenang air.
Bahkan di beberapa rumah warga air mencapai ketinggian sekitar 50 centimeter
Dulu,
kawasan ini direklamasi oleh Siti Hardijanti Rukmana, putri mantan Presiden Soeharto, dan mantan Gubernur Sumsel Ramli Hasan Basri. Sebelumnya, Jakabaring merupakan kawasan rawa-rawa dan lebak, yang secara alami menjadi 'kantong air' di Palembang.
Namun,
sejak Jakabaring direklamasi pada awal tahun 1990-an, Palembang mulai mengalami banjir. Apalagi sebagian besar anak sungai di Palembang ditimbun atau menyempit,
baik demi kepentingan lahan bagi pemerintah,
seperti pembuatan jalan atau oleh masyarakat untuk membangun rumah,
dan Lia juga berhrap akan ada bentuk penanggulangan baru dari pemerintah sumatera selatan
tutup nya...

(Deni - rikka)