Bhayangkara.news

Diduga atas aktivitas salah satu perusahaan gula ( PT.PG LESTARI ) di wilayah nganjuk pada bulan September 2021,salah satu warga dan juga seorang aktivis dari salah satu lembaga menyesalkan dan menyayangkan jika akibat dari pembakaran atau aktivitas PT.PG lestari yang berada di wilayah nganjuk memberikan polusi atau mendatangkan dbu yang cukup tebal,dan dapat mengakibat kan gangguan pernapasan bagi masyarakat sekitar,sebut saja M,A  masyarakat sekaligus aktivis dari lembaga aliansi departemen intelijen dan investigasi,yang merasakan imbas dari aktivitas PT.PG lestari pada bulan September 2021 lalu.

 

menurut MA pemerintah daerah dan instansi dinas terkait kab,nganjuk harus memperhatikan hal ini karena  jika dibiarkan maka dapat merugikan masyarakat nganjuk itu sendiri secara langsung dan tidak langsung,apa lagi di saat pandemik covid seperti ini jangan sampai masyarakat nganjuk mengidap sakit pernapasan akibat polusi udara yang di keluarkan dari PT.PG lestari.

 

Di tempat terpisah  media bhayangkara.news  mencoba menghubungi humas dari PT.PG LESTARI untuk konfirmasi terkait kejadian itu,melalui sambungan telepon, bapak edi selaku humas di PT tersebut  membenarkan akan kejadian itu menurut  dari keterangan beliau kejadian itu diakibatkan dari kesalahan teknis,dan beliau akan evaluasi kejadian itu agar tidak terjadi lagi,tuturnya kepada awak media bhayangkara.news

Saudara MA menambahkan jika pihaknya sudah berkoordinasi dengan DPP Lembaga Aliansi Indonesia MA bersama LAI ingin akan turun kelapangan untuk investigasi  dan menjalankan visi dan misi dari LAI sendiri,kita sebagai kontrol sosial bagi pemerintah pusat,daerah,TNI,POLRI dan swasta ,agar kejadian ini tidak terjadi lagi,dan berharap  pemerintah daerah dapat memperhatikan kejadian ini,karena masyarakat lah yang mendapatkan imbas dari PT.PG Lestari.


Berita ini terbit setelah mendapat klarifikasi dari pihak PT.PG LESTARI