Bangkalan. Bhayangkara.news jatim ¬ 
Beragam dukungan dan simpati datang dari berbagai pihak termasuk Media Massa dan LSM kepada Achmad Sukron, salah seorang pemuda asal desa Klabetan Bangkalan Madura. Sukron mensinyalir adanya dugaan penyalah gunaan wewenang dalam  distribusi bantuan PKH (Program Keluarga Harapan) di desanya oleh oknum pendamping PKH.

Dukungan muncul salah satunya dari Dewan Pimpinan Pusat LAI (Lembaga Aliansi Indonesia). Salah seorang Anggota Inteljen Investigasi DPP LAI Taufik.H mengatakan apresiasinya kepada Achmad Sukron.Salut atas keberanian dan kepedulian Achmad Sukron dalam membantu masyarakat untuk mendapatkan hak serta keadilan,” ujar Taufik saat ditemui awak media di Kantor DPP LAI Jalan Pinang Ranti Jaktim, Minggu (31/11/2021).

Taufik juga menambahkan telah mengetahui identitas dari lansia yang menjadi korban bernama Robia yang sedang di perjuangkan haknya oleh Sukron. Pihaknya menyatakan akan membantu semaksimal sampai tuntas, agar Robia mendapatkan hak dan keadilan dari pemerintah.
 
Apalagi program PKH ini program yang sangat di handalkan oleh pemerintah untuk masyarakat yang berhak. Presiden pun telah mencanangkan 4 T (tepat jumlah, tepat sasaran, tepat  administrasi dan tepat waktu) terkait program PKH ini. Demikian dikatakan Taufik.

“Kami atas nama LAI siap mendukung Achmad Sukron menyelesaikan masalah ini sampai tuntas. Kalau perlu kita akan bantu fasilitasi  permasalahan ini  biar bisa sampai Kementerian Sosial dan Presiden Jokowi,” imbuhnya.

Murtada selaku ……DPP LAI Jawa Timur saat di konfirmasi melalui sambungan seluler mengungkapkan akan siap mengawal tutas permasalah ini sampai menemukan tersangka dalam kasus ini.

“Biar ini menjadi percontohan aparat desa lainya agar tidak bermain-main dengan bantuan yang di berikan pemeritah pusat. Mustahil sekali aparatur desa klabetan (khususnya bagian pendataan dan pendampingan PKH tidak mengatuhi bahwa ibu Robia ini terdaftar mendapatkan bantuan PKH mulai tahun 2017,” ungkapnya.

Murtada menambahkan, jika dilihat dari print out rekening atas nama robian,  nampak ada dugaan kesengajaan penyalahgunaan wewenang. Entah dari pihak desa ataupun pihak pendamping PKH pelakunya. 

“Lucunya lagi buku dan atm ibu robia ini ada di tangan orang lain. Seharusnya pihak bank tidak akan memberikan buku dan atm tersebut kepada orang yang tidak sesuai  nama yang ada di identitas nasabah. Ada apa  dengan pihak bank? kalau seperti itu, kami bisa menduga ada lingkaran setan di sini, harus di usut tuntas,” Pungkas Murtada
 
RED[ MAT RAMLI ]