Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

PUTRA TERBAIK BANGSA H. SAPTURO TUTUP USIA

Cianjur bhayangkaranews. Id Virus Corona memang sangat berbahaya  banyak menelan korban jiwa di pemkab cianjur sendiri saat ini sedang berkabung.

Kabar duka menyelimuti Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Cianjur. Diketahui Anggota Komisi A DPRD Kabupaten C


ianjur, H Sapturo menghembuskan nafas terakhirnya di RSUD Sayang, Cianjur setelah menjalani serangkaian perawatan medis.

Dari informasi yang diterima, almarhum terkonfirmasi Covid-19 dengan penyakit penyerta dan dilarikan ke RSUD Sayang Cianjur untuk menjalani perawatan. Selama sepekan, almarhum berjuang melawan penyakitnya.

Ganjar Ramadhan, selaku Ketua DPRD Cianjur menuturkan, almarhum yang merupakan legislator Partai Golkar itu meninggal dunia setelah hampir sepekan di rawat di ruang ICU RSUD Sayang Cianjur.

“Betul, meninggal dunia tadi pagi sekitar pukul 07.30 WIB di RSUD Sayang Cianjur. Setelah hampir sepekan di rawat, akibat terpapar virus Corona,” paparnya.

Lanjutnya, selain terkonfirmasi positif Covid-19, almarhum juga diketahui memiliki riwayat penyakit bawaan yang sudah lama dideritanya.

“Almarhum memang memiliki riwayat penyakit bawaan, bahkan hampir setiap pekan harus menjalani cuci darah di rumah sakit,” ungkapnya.

Ia menambahkan, proses pemakaman dari anggota komisi A DPRD Cianjur itu dilaksanakan sesuai dengan protokol kesehatan.

“Rencananya dimakamkan di pemakaman keluarga dengan protokol kesehatan,” terangnya.

Sepanjang pandemi Covid-19 terdapat belasan anggota DPRD setempat yang terpapar virus Corona.

“Sepanjang pandemi ini, terdapat 15 anggota DPRD yang dinyatakan positif. Mereka yang sempat dinyatakan positif COVID-19 saat ini sudah kembali beraktivitas,” jelasnya.

Beberapa staf serta anggota DPRD Kabupaten Cianjur pun menggelar shalat gaib di masjid lingkungan DPRD Kabupaten Cianjur.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Cianjur, Deden Nasihin mengungkapkan, almarhum merupakan sosok yang sangat baik dan ramah kepada siapapun. Bahkan tak sedikit menganggap sebagai orang tua dan juga guru di DPRD Kabupaten Cianjur.

“Beliau cukup lama berkecimpung di dunia politik, bahkan bisa dikatakan senior di Partai Golkar,” tuturnya.

Dirinya pun sangat kehilangan sosok almarhum yang tak pernah lelah memberikan wejangan serta ilmu kepada siapa pun yang berbincang. Sehingga tak heran banyak juga turut bersedih atas kepergiannya.

“Sangat kehilangan, beliau tak pernah bosan memberikan ilmu dan juga wejangan. Sudah saya anggap orangtua sendiri,” pungkasnya. (050-HAG) 

Post a Comment

0 Comments