Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

BUPATI CIANJUR TEGASKAN PTM BOLEH DILAKSANAKAN


Cianjur www.bhayangkaranews.id Diketahui Pada Surat Edaran yang disampaikan oleh  Bupati Cianjur, yang mana turut dijabarkan mengenai Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas di masa pandemi. Namun, tidak semua sekolah bisa melaksanakan PTM.

Hanya kriteria tertentu saja bisa melangsungkannya salah satunya di wilayah kecamatan yang sudah berada di zona hijau atau aman.

Di poin pertama Surat Edaran tersebut menjelaskan, bahwa  PPKM di Kabupaten Cianjur dengan kriteria level 3 dilakukan pelaksanaan pembelajaran di satuan pendidikan dapat dilakukan melalui pembelajaran tatap muka terbatas atau pembelajaran jarak jauh berdasarkan Keputusan Bersama Menteri Pendidikan dan

Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan, dan Menteri Dalam Negeri.

Lanjutnya, untuk satuan pendidikan yang melaksanakan PTM terbatas dilaksanakan dengan kapasitas maksimal 50 persen.

Kecuali untuk SDLB, MILB, SMPLB, dan SMLB, MALB maksimal 62 persen sampai dengan 100 persen dengan menjaga jarak minimal satu meter setengah dan maksimal lima peserta didik per kelas.

Dan Untuk PAUD, maksimal hanya 33 persen dengan menjaga jarak minimal satu setengah meter dan maksimal lima peserta didik per kelas.

Dalam kegiatan pada sektor non-esensial diberlakukan 100 persen Work From Home (WFH).

Selain itu pada sektor esensial, seperti keuangan dan perbankan hanya meliputi asuransi, bank, pegadaian, dana pensiun, dan lembaga pembiayaan yang

berorientasi pada pelayanan fisik dengan pelanggan.

Herman Suherman, selaku Bupati Cianjur, menjelaskan, bahwa Surat Edaran tersebut dikeluarkan sebagai dasar pelaksanaan PPKM Level 3 di Kabupaten Cianjur. Namun Meski demikian, point pada aturannya sama seperti sebelumnya.

“Sama saja, itu hanya sebagai acuan untuk pelaksanaan PPKM Level 3 di Kabupaten Cianjur,” jelasnya, Kamis (12/8/21).

Sementara untuk PTM, PTM Terbatas di Cianjur bisa dilakukan selama sekolah berada di wilayah atau kecamatan dengan kondisi aman. Jika kecamatan berada di zona hijau, maka PTM bisa dilakukan.

“Kalau itu, kita lihat dulu, sekolahnya berada di zona aman atau hijau tidak? Kalau di zona aman, boleh dilangsungkan, tapi melalui pengkajian dan juga melangsungkan simulasi terlebih dahulu. Tapi tetap dengan prokes,” papar Herman.

Sementara itu, mengenai aturan ganjil-genap, pihaknya saat ini tengah melakukan pengkajian terlebih dahulu.

Lebih lanjut, ia memaparkan, ganjil-genap bukan untuk menghalangi aktifitas masyarakat. Namun lebih kepada mengontrol mobilitas masyarakat di Kabupaten Cianjur.

“Itu untuk mengontrol mobilitas masyarakat, saat ini masih dikaji dan belum kita keluarkan (peraturan, red). Jika memang bisa menurunkan mobilitas, kita akan pakai. Maka dari itu masih kita pantau terlebih dahulu, apakah efektif dilakukan,” pungkasnya (050-HAG).

Post a Comment

0 Comments