Pertandingan Futsal Bikin Kerumunan Berbuntut Kapolsek Percut dan Kanit Reskrim Polsek Medan Kota Dicopot - Bhayangkara News

Bhayangkara News

TEGAS-OBJEKTIF-PEMBERITAAN

test banner

Post Top Ad

SELAMAT HARI PERS NASIONAL 9/2/2021

Pertandingan Futsal Bikin Kerumunan Berbuntut Kapolsek Percut dan Kanit Reskrim Polsek Medan Kota Dicopot

Share This

 

MEDAN, [Bhayangkara News] - Dua Perwira yang bertugas di tingkat Kepolisian Sektor (Polsek) di Polrestabes Medan dicopot dari jabatannya. Pencopotan jabatan tersebut buntut dari kerumunan saat pertandingan futsal yang videonya viral di media sosial.


"Siapapun yang melakukan pelanggaran, sesuai instruksi bapak Kapolda Sumut, baik sipil maupun anggota Polri akan diberikan sanksi tegas. "Akibat dari penyelenggaraan turnamen futsal ini, Kapolda Sumut mengambil langkah tindakan tegas pencopotan jabatan Kapolsek Percut Sei Tuan AKP Ricky Pripurna Atmaja karena lalai dalam pengawasan wilayah kerja hingga terjadi kerumunan di GOR Mini Futsal Dispora Sumut dan Kanit Reskrim Polsek Medan Kota, Iptu M Ainul Yaqin yang ikut dalam turnamen tersebut," kata Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Hadi Wahyudi, saat dikonfirmasi, Rabu (3/2/2021) malam.

Hadi menegaskan sanksi pencopotan ini karena adanya pelanggaran protokol kesehatan yang terjadi saat pelaksanaan pertandingan futsal. 


Dalam kasus tersebut, kata Hadi, pihak penyelenggara berinisial B (44) juga ditetapkan sebagai tersangka. Tersangka tidak hanya menyebabkan kerumunan, namun juga mencatut nama dan logo Polda Sumut dalam pengelaran turnamen tersebut.

"Dari penyelidikan dan pengakuan tersangka, bahwa kegiatan tersebut tidak ada izin. Polda Sumut maupun Polrestabes Medan tidak pernah mengeluarkan izin keramaian," jelasnya.

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Riko Sunarko, Rabu (3/2/2021) memaparkan, inisial B ditetapkan sebagai tersangka karena memalsukan tanda tangan dalam surat permohonan izin pinjam pakai GOR Mini Futsal Dispora Sumatera Utara pada 14 Desember 2020 dengan nomor 09/FFC/2020.

Menurut Kombes Riko, dari hasil pemeriksaan yang dilakukan pasca video viral laga tanding abaikan protokol kesehatan yang menyeret Polsek Medan Kota tersebut, diketahui bahwa pihak penyelenggara telah mencatut nama Polri dalam hal ini Polda Sumut.


"Tersangka inisial B telah melakukan pemalsuan tanda tangan dua anggota Polri yakni, Hendri Syahputra Sidabutar dan Panji Asmoro Setiawan. Nama dan tanda tangan pelapor digunakan dalam pengajuan permohonan izin pemakaian GOR Mini Futsal Dispora Sumut," ujarnya.


Pemalsuan dilakukan inisial B meminjam GOR Mini, Pancing untuk memperlancar kegiatan turmanen Fun Futsal Club yang diadakan pada 23 Januari 2021, serta memperoleh keuntungan komersial pribadi.


Dalam penyelenggara turnamen itu inisial B juga mengundang sejumlah pihak sebagai sponsor. Selain melanggar protokol kesehatan, panitia juga tidak melampirkan surat keterangan bebas Covid-19 dari Dinas kesehatan terkait.


Selain menahan tersangka pihak kepolisian juga mengamankan barang bukti berupa 8 potong spanduk event penyelenggaraan futsal berlogo Polda Sumut. [BN099]

No comments:

Post a Comment

Post Bottom Ad

SELAMAT HARI PERS NASIONAL 9/2/2021

Pages